Karena di sini, dia bebas melangkah, tak peduli kejamnya dunia memakinya...

Senin, 12 Desember 2016

Berdamai

Ketika aku berada sendiri dan merenung atas hidupku yang tak jarang lupa ku syukuri, aku menangis
Iya, menangis karena hal bodoh yang ku lakukan dan merasa benar atas keegoisan yang masih melekat
Ketika aku merenungi semua itu, aku tersadar bahwa betapa kurangnya rasa syukur ku atas nikmat Allah

Aku, waktu itu, merasa bahwa apapun yang aku harapkan tidak pernah sebanding atas apa yang telah ku lakukan
Aku, saat itu, merasa bahwa akulah yang paling berkorban untuk kehidupan orang orang yang ku sayangi

Minggu, 22 Mei 2016

To Be Success!

Kebanyakan orang hanya memperhatikan hasil akhir dari Seorang Pengusaha Sukses

Mereka berkata, "Saya tidak bisa seperti dia..." atau "Dia lebih beruntung...".

Tetapi kebanyakan yang tidak dilihat adalah apa yang mereka lalui, atau perjuangannya

Setiap penolakan...

Sakit kepalanya...

Penghianatan...

Isu isu negatif...

Kritikan...

Rekening bank yang kosong...

Dan setiap malam dalam kesepian yang mereka lalui untuk berusaha menjadikan visi mereka menjadi kenyataan

Anda bisa lihat perbandingan antara yang menyerah dan yang tidak menyerah adalah...

Mereka selalu hadir, setiap hari!

Mereka bekerja keras, setiap hari!

Mereka bersaing, setiap hari!

Mereka belajar dari orang-orang yang berhasil, setiap hari!

Mereka memperbaiki diri, setiap hari!

Mereka terus mengerjakan semuanya bahkan ketika mereka merasa ingin menyerah, setiap hari!

Dan akhirnya mereka menjadi seperti diri mereka saat ini


Sumber : The Life of an Entrepreneur in 90 Seconds- Best Motivational Video for Entrepreneurs

Selasa, 13 Januari 2015

The Best Way

Bulan Oktober 2014 lalu, aku genap berusia 18 tahun. Diumur itu, aku sudah berstatuskan mahasiswi dan seorang karyawan. Iya, aku menjalaninya seperti itu. Pagi bekerja dan malam kuliah. Sometimes, aku masih berfikir, Bisakah aku menyelesaikannya? Kuatkah aku untuk menjalani keduanya bersama? Ahh, entahlah sudah berapa kali aku memikirkannya. Hal yang menguatkanku saat ini hanyalah harapan kedua orang tuaku dan keinginanku untuk bisa membahagiakan mereka.

Banyak orang yang bertanya mengapa aku memilih jalan ini. Banyak yang menyayangkan dan itu membuatku terkadang merasa terpukul dan terbebani. Pada awalnya aku ingin menjadi seorang mahasiswi yang melanjutkan studinya di jurusan farmasi. Hanya saja, keadaan yang orang lain tak mengerti yang membuatku memilih jalan ini. Ketika aku harus menjawab pertanyaan itu, aku hanya menjawab dengan senyum. Seolah olah aku telah menjawab pertanyaan itu dengan berkata, "Aku juga berharap menjalani nya seperti apa yang kamu pertanyakan." Namun pada kenyataannya, aku harus menjalani dan menyelesaikan apa yang telah aku pilih. 

Kamis, 24 April 2014

Illa Illa yang Membuat ku Jatuh Cinta

 
Choi Yoon Pal - Im Meari

Colin

OMO!!! Waktu nonton salah satu episode di drama A Gentleman Dignity, sebuah lagu berjudul Illa Illa yang dibawakan oleh Colin (Lee Jong Hyun CN BLUE) saat resepsi pernikahan Im Mea Ri dan Choi Yoon Pal aku langsung jatuh cinta sama ini lagu, sekalipun masih gangerti sama arti lagu itu, tapi musik dan liriknya menyenangkan, dan setelah nge-search-ing ternyata emang arti lagu nya menyentuh banget. Nih, aku bagiin liriknya chingu ^^

Senin, 21 April 2014

A Gentleman Dignity



Liburan!!! Ahh, akhirnya dapat juga, setelah sekian lama nyari drama ini. Drama ini bakalan buat liburan gasia-sia. Pemainnya memang suda pada tua, tapi ceritanya, gaakan bikin kamu nyesel nonton ini, aku recomended buat kakak adek om tante yang pengen ngakak karena persahabatan dan cinta mereka. Siapin tissue juga ya!!!
Aku kenalin sedikit tentang ceritanya, sederhana, keempat pria diatas, mereka bersahabat sejak SMA dan umur mereka sekarang 40 tahun. Ke empat pria ini adalah Kim Do Jin, Im Tae San, Cho Yun Pal, dan Lee Jung Rok. One by one, ini dia, ke empat oppa tampan ^^

Selasa, 07 Januari 2014

Terluka Lagi

Lagi, aku terluka, lagi

Mungkin untuk yang kesekian kalinya

Dimana hal yang ku takuti ketika aku membuat sebuah keputusan, kini menjadi nyata dan harus benar benar ku hadapi

Sungguh, ini menyesakkan dada

Kamis, 02 Januari 2014

Tanganku Menangis, Lagi

Hai my dear, selamat datang di 2014

Sudah mengawali dengan apa di bulan pertama?

Senyum, bahagia, canda, atau tawa?

Aku berharap kamu mengawalinya dengan penuh kehangatan

Ahh, maaf

Kali ini tanganku akan menulis kisah sedih lagi

Curhatan anak muda yang terombang ambing dalam ketidakpastian