Karena di sini, dia bebas melangkah, tak peduli kejamnya dunia memakinya...

Selasa, 10 September 2013

Sajak Ku

Sejak kapan?
Sejak kapan wajahmu tersamarkan dari mimpi kenangan ku?
Aku bahkan hampir lupa bagaimana rasanya bertemu ketika kedatanganmu sangat aku harapkan
Aku harus apa, ketika keingan ku beberapa waktu lalu sekarang terwujud, kamu menghilang
Pernyataan "Bisa karena biasa" yang sepertinya sangat pas untuk jawaban "Bagaimana?"
Jangan bertanya apapun tentang siapa "Kamu" dalam sajak ini
Bukan karena membenci "Kamu" tapi aku letih untuk memdeskripsikan nya
Lagipula, banyak orang yg tau tentang "Kamu" lebih dari apa yang ku ingat

Seseorang pernah berkata kepadaku, "Jika kamu telah lupa bagaimana merasakan hal hal sakit yg dulu sering mendekatmu, maka beristirahatlah."
Ini bukan salah "Kamu" ataupun aku, bisakah kau memahinya? Ahh, pasti tidak! Sejujurnya aku tak pernah membicarakan ini kepada siapapun
Pada akhirnya, memang "Tidak ada yang tak mungkin!", tapi sadarilah "Ada sesuatu yang tak bisa dipaksakan!"
Kedua pernyataan itu selalu beriringan, sama halnya seperti kesulitan dan kemudahan
Maaf aku mendustakan apa yg telah ku ucap, tapi sadarlah aku tidak ingin hidup dalam kelam layaknya peran hidup yang dimainkan dengan topeng

Biar saja ini menjadi akhir antara aku dan kamu, sekalipun "Kamu" tidak benar benar memulai ataupun mengawalinya
Aku tidak berdefinisi semata, aku juga tidak mengumbar sosok kiri mu disini
Aku hanya ingin mengakhirnya dengan ini, iya Aku mengakhirnya
Terimakasih karena sudah menjadi bagian dalam hidup ku kali ini
Semoga di kehidupan selanjutnya, bukan hanya aku yang benar-benar mengawalinya
Terimakasih ~

Selamat tinggal, "Kamu" pribadi yg mengagumkan ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar